Jumat, 10 November 2017

Kemping Rohani 3 Paroki Pelayan Provinsi Fransiskus Duta Damai di Lemah Baliem


CEMPING ROHANI TIGA PAROKI PELAYANAN FRANSISKAN DEKENAT PEGUNUNGAN TENGAH













Puji dan syukur patut kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, yang senantiasa membimbing dan melindungi kita. Terutama  bimbinganNya kepada kami OMK dari tiga paroki peayanan Fransiskan yang ada di Dekenat Pegunungan Tengah ini, yang dengan sukses dan lancar dapat menyelenggarakan kegiatan camping rohani, yang berlangsung selama empat hari.

Cemping Rohani berlangsung selama 4 hari. Kegiatan ini berpusat di Paoki Bunda Maria Pikhe Wamena. Kegiatan ini merupakan kegitan rutin yang dilakukan oleh Orang Muda Katolik dari tiga Paroki pelayanan Fransiskan. Kegitaan ini terselenggarakan mulai dari tanggal 26 Oktober 2017 dan berakhir pada tanggal 29 Oktober 2017.

Kegiatan camping rohani ini dibuka dengan misa pembuka, misa ini berlangsung pada sore hari yakni jam 17.30 WIP.  Misa dipimpin oleh Pastor Theo Kossay OFM (Pastor Paoki Pugima). Dalam renungannya, Pater mengajak OMK untuk selalu aktif dalam kehidupan menggereja, dalam diri OMK harus tertanam Api Roh Kudus yang senantiasi menjiwai setiap kita yang menyebutkan diri sebagai OMK. Di sisi lain Pater Theo mengajak OMK untuk senantisa tinggalkan hiburan-hiburan yang mendatangkan kerusakan diri. Karena menurut Pater hal itu tidak gunanya dan hanya membawa kenikmatan sesaat, akan tetapi mendatangkan kerusakan selamanya bagi diri orang muda. Hal ini dikaitakn dengan kenyataan yang dhadapi oleh orang muda saat ini.

Camping Rohani yang berlangsung selama empat hari itu, diisi dengan beberapa kegiatan yang bagi orang muda hal ini cukup menantang. Dalam setiap kegiatan diharapkan orang muda mampu bangkit dan berani menantang perkembangan zaman di saat ini. Keseluruhan kegiatan ini dibuka dengan misa pembuka dan dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh Pater Bartol Urupmabin OFM yang mewakili pimpinan OFM di Papua. Setelah kata sambuatan dilajutkan dengan penjelasan tentang maksud dan tujuan kegiatan ini dibuat, penjelasan ini disampaikan oleh Pater Theo OFM.

Pada malam pertama kegiatan Cemping dilaksanakan diisi dengan perkenalan dari tiga Paroki  yang menjadi peserta camping (Pikhe, Yiwika dan Pugima).  Sebagai orang muda, malam perkenalan mejadi tanda persaudaraan yang saling berbagi.  Ada pepata klasik yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang, maka perkenalan menjadi tanda sayang antara Orang Muda Katolik dari tiga paroki ini.

Berbagai kegiatan mengisi Cemping Rohani ini, pertama, diisi dengan materi kesetahan yang disampaikan oleh Br. Agus OFM dan Suster Siska, kedua pemateri ini datang dari Jayapura untuk terlibat dalam mengsukseskan kegiatan camping ini. Materi kesehatan itu berbicara tentang, Miras (minuman keras) yang telah mepengaruhi kehidupan orang muda saat ini, dan hal itu berdampak pada kesehatan yang kurang baik, bahkan mendatang kematian pada diri orang muda saat ini. Hari berikut diisi dengan materi dari SKPKC Fransiskan Papua, yang berbicara tentang animasi dari kegiatan SKPKC dalam lingkup HAM (hak asasi manusi), dengan pembicaranya ialah Pater Avent OFM. Disamping itu dalam kegiatan animasi ada juga kegiatan menulis karya ilmia dan mebuat laporan tentang hal-hal yang terjadi di skitar orang muda, yang menyampaikan materi ini ialah bapak Bernard Koten. Tim dari SKPKC ini datang juga dari Jayapura untuk terlibat dalam cemping tersebut. Selain itu ada materi tentang kekerasan dalam rumah tangga, materi ini bahawkan oleh Pater Theo OFM bersamaan dengan materi tentang kekerasan dalam rumah tangga adan juga metari tentang kempemimpinan dan Leadersip. Dalam kegiatan ini juga diisi dengan sering tentang pengalaman mengikuti Asean Youth Day (AYD) dan Indonesia Youth Day (IYD), kedua sharing ini disampiakn oleh Fr. Jefri OFM dan Sdri. Hana Mabel.

Kegiatan ini mengatar orang muda pada satu pemahaman yang baik tentang perkembangan zaman saat ini dan juga pengaruh-pengaruh zaman yang di satu sisi mempunyai pengaruh baik akan tetapi di sisi lain membawa juga pengaruh yang kurang baik. Dalam kegiatan ini juga diisi denga permainan-permainan dan outbon yang melibatkan seluruh peseta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuat peserta tidak merasa jenuh dan melatih mereka untuk bekerjasama. Bekerjasama ini lebih kepada Outbon yang dilaksanakan pada hari terakhir dalam keseluruhan pemberian materi. Dalam outbon pserta camping diajak untuk melintas dan mengenal alam sebagai tempat yang memberi kehidupan bagi manusia. Setelah meteri-materi yang disampaikan dan beberapa game atau permainan yang mengisi acara ini. Pada malam hari diisi denga api unggung, aksi pangilan (Postulant OFM, Para Fr dan para pastor), dilajudkan dengan konser dan bakar-bakar jagung.

Seluruh rangkaian kegitan camping ini ditutup dengan misa bersama dengan umat pada hari minggu di praoki Bunda Maria Pikhe. Pemimpin misa ialah Pater Broery OFM dengan konselebran Pater Petrus OFM, Pater Theo OFM dan Pater Avent OFM. Misa cukup meria, dalam misa petugas liturgi dipercayakn kepada peserta camping rohani. Setelah misa, dilanjudkan dengan  makan siang bersama dan sayonara. Kebersamaan dalam camping ini dan juga kegiatan yang diisi membantu orang muda untuk peka dan berani menantang zaman ini. “Orang Muda Ko hebat! kalau bukan ko, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi”

Sdr. Berto Namsa, OFM

Sedang menjalani masa TOP di Paroki Bunda Maria Pikhe Wamena.