CEMPING
ROHANI TIGA PAROKI PELAYANAN FRANSISKAN DEKENAT PEGUNUNGAN TENGAH
Puji
dan syukur patut kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, yang senantiasa
membimbing dan melindungi kita. Terutama
bimbinganNya kepada kami OMK dari tiga paroki peayanan Fransiskan yang
ada di Dekenat Pegunungan Tengah ini, yang dengan sukses dan lancar dapat
menyelenggarakan kegiatan camping rohani, yang berlangsung selama empat hari.
Cemping
Rohani berlangsung selama 4 hari. Kegiatan ini berpusat di Paoki Bunda Maria
Pikhe Wamena. Kegiatan ini merupakan kegitan rutin yang dilakukan oleh Orang
Muda Katolik dari tiga Paroki pelayanan Fransiskan. Kegitaan ini
terselenggarakan mulai dari tanggal 26 Oktober 2017 dan berakhir pada tanggal
29 Oktober 2017.
Kegiatan
camping rohani ini dibuka dengan misa pembuka, misa ini berlangsung pada sore
hari yakni jam 17.30 WIP. Misa dipimpin
oleh Pastor Theo Kossay OFM (Pastor Paoki Pugima). Dalam renungannya, Pater
mengajak OMK untuk selalu aktif dalam kehidupan menggereja, dalam diri OMK
harus tertanam Api Roh Kudus yang senantiasi menjiwai setiap kita yang
menyebutkan diri sebagai OMK. Di sisi lain Pater Theo mengajak OMK untuk senantisa
tinggalkan hiburan-hiburan yang mendatangkan kerusakan diri. Karena menurut
Pater hal itu tidak gunanya dan hanya membawa kenikmatan sesaat, akan tetapi
mendatangkan kerusakan selamanya bagi diri orang muda. Hal ini dikaitakn dengan
kenyataan yang dhadapi oleh orang muda saat ini.
Camping
Rohani yang berlangsung selama empat hari itu, diisi dengan beberapa kegiatan
yang bagi orang muda hal ini cukup menantang. Dalam setiap kegiatan diharapkan
orang muda mampu bangkit dan berani menantang perkembangan zaman di saat ini.
Keseluruhan kegiatan ini dibuka dengan misa pembuka dan dilanjutkan dengan
pembukaan acara oleh Pater Bartol Urupmabin OFM yang mewakili pimpinan OFM di
Papua. Setelah kata sambuatan dilajutkan dengan penjelasan tentang maksud dan
tujuan kegiatan ini dibuat, penjelasan ini disampaikan oleh Pater Theo OFM.
Pada
malam pertama kegiatan Cemping dilaksanakan diisi dengan perkenalan dari tiga
Paroki yang menjadi peserta camping
(Pikhe, Yiwika dan Pugima). Sebagai orang
muda, malam perkenalan mejadi tanda persaudaraan yang saling berbagi. Ada pepata klasik yang mengatakan bahwa tak
kenal maka tak sayang, maka perkenalan menjadi tanda sayang antara Orang Muda
Katolik dari tiga paroki ini.
Berbagai
kegiatan mengisi Cemping Rohani ini, pertama, diisi dengan materi kesetahan
yang disampaikan oleh Br. Agus OFM dan Suster Siska, kedua pemateri ini datang
dari Jayapura untuk terlibat dalam mengsukseskan kegiatan camping ini. Materi
kesehatan itu berbicara tentang, Miras (minuman keras) yang telah mepengaruhi
kehidupan orang muda saat ini, dan hal itu berdampak pada kesehatan yang kurang
baik, bahkan mendatang kematian pada diri orang muda saat ini. Hari berikut
diisi dengan materi dari SKPKC Fransiskan Papua, yang berbicara tentang animasi
dari kegiatan SKPKC dalam lingkup HAM (hak asasi manusi), dengan pembicaranya
ialah Pater Avent OFM. Disamping itu dalam kegiatan animasi ada juga kegiatan
menulis karya ilmia dan mebuat laporan tentang hal-hal yang terjadi di skitar
orang muda, yang menyampaikan materi ini ialah bapak Bernard Koten. Tim dari
SKPKC ini datang juga dari Jayapura untuk terlibat dalam cemping tersebut.
Selain itu ada materi tentang kekerasan dalam rumah tangga, materi ini bahawkan
oleh Pater Theo OFM bersamaan dengan materi tentang kekerasan dalam rumah
tangga adan juga metari tentang kempemimpinan dan Leadersip. Dalam kegiatan ini
juga diisi dengan sering tentang pengalaman mengikuti Asean Youth Day (AYD) dan
Indonesia Youth Day (IYD), kedua sharing ini disampiakn oleh Fr. Jefri OFM dan
Sdri. Hana Mabel.
Kegiatan
ini mengatar orang muda pada satu pemahaman yang baik tentang perkembangan
zaman saat ini dan juga pengaruh-pengaruh zaman yang di satu sisi mempunyai
pengaruh baik akan tetapi di sisi lain membawa juga pengaruh yang kurang baik.
Dalam kegiatan ini juga diisi denga permainan-permainan dan outbon yang
melibatkan seluruh peseta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuat peserta tidak
merasa jenuh dan melatih mereka untuk bekerjasama. Bekerjasama ini lebih kepada
Outbon yang dilaksanakan pada hari terakhir dalam keseluruhan pemberian materi.
Dalam outbon pserta camping diajak untuk melintas dan mengenal alam sebagai
tempat yang memberi kehidupan bagi manusia. Setelah meteri-materi yang
disampaikan dan beberapa game atau permainan yang mengisi acara ini. Pada malam
hari diisi denga api unggung, aksi pangilan (Postulant OFM, Para Fr dan para
pastor), dilajudkan dengan konser dan bakar-bakar jagung.
Seluruh
rangkaian kegitan camping ini ditutup dengan misa bersama dengan umat pada hari
minggu di praoki Bunda Maria Pikhe. Pemimpin misa ialah Pater Broery OFM dengan
konselebran Pater Petrus OFM, Pater Theo OFM dan Pater Avent OFM. Misa cukup
meria, dalam misa petugas liturgi dipercayakn kepada peserta camping rohani.
Setelah misa, dilanjudkan dengan makan
siang bersama dan sayonara. Kebersamaan dalam camping ini dan juga kegiatan
yang diisi membantu orang muda untuk peka dan berani menantang zaman ini.
“Orang Muda Ko hebat! kalau bukan ko, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan
lagi”
Sdr.
Berto Namsa, OFM
Sedang
menjalani masa TOP di Paroki Bunda Maria Pikhe Wamena.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar